Pengertian dan Definisi Umbi Lapis

Umbi lapis (bulbus) adalah sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun rapi dan rapat dalam format roset. Umbi lapis berbeda dengan umbi yang lainnya karena tidak mengakumulasi karbohidrat dalam bentuk polisakarida. Pembesaran umbi terjadi karena berkumpulnya cairan di sel-selnya.

Bagian batang yang berada di bawah permukaan tanah, sangat pendek, dengan daun-daun tebal berbentuk sisik yangg berdaging, dari ujung bawahnya (bonggol) tumbuh akar, dari ujung atas tumbuh batang (seperti bawang, gladiol)

Umbi jenis ini dibentuk oleh beberapa suku-suku monokotil seperti Amaryllidaceae (arti luas, termasuk kelompok bawang-bawangan) dan Liliaceae.



Umbi lapis memiliki bagian pangkal yang agak keras yang disebut cakram (discus). Cakram ini sebnearnya adalah batang. Dari cakram akan tumbuh lapisan-lapisan daun yang tebal, lunak, dan berair. Karena tebal dan berlapis inilah terbentuk struktur yang membengkak sehingga disebut "umbi". Apabila lapisan-lapisan ini besar dan saling menutupi ia disebut tunica, dan apabila lapisan-lapisan ini kecil dan hanya saling menyirap disebut squama (sisik).

Umbi lapis mudah dikacaukan dengan sejenis umbi asal batang yang dikenal sebagai cormus atau bulbotuber. Dilihat dari strukturnya, umbi lapis berbeda dari cormus. Apabila dibelah, umbi lapis memperlihatkan lapisan-lapisan sampai ke bagian paling pusat. Cormus, karena berasal dari batang, apabila dibelah memperlihatkan struktur padat, serupa dengan rimpang.

Bagian batang yang berada di bawah permukaan tanah, sangat pendek, dengan daun-daun tebal berbentuk sisik yangg berdaging, dari ujung bawahnya (bonggol) tumbuh akar, dari ujung atas tumbuh batang (seperti bawang, gladiol)

Definisi Pengertian Umbi Batang

Umbi batang (bahasa Latin tuber cauligenum) yaitu umbi yang terbentuk dari batang atau struktur modifikasi batang, seperti geragih (stolo) atau rimpang (rhizoma). Umbi batang memunculkan tunas maupun akar, sehingga kerap kali dijadikan bahan perbanyakan vegetatif oleh manusia. Umbi batang dihasilkan oleh beberapa spesies Solanaceae (yang paling dikenal adalah umbi kentang) dan Asteraceae (seperti umbi dahlia dan topinambur). Rimpang jahe-jahean (Zingiberaceae) sering dianggap oleh awam sebagai "umbi" atau "akar".

Umbi batang adalah Batang yang tumbuh dan berkembang di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi ini disebut dengan umbi batang. Umbi batang ini sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas. 

Contoh tumbuhan umbi batang antara lain kentang dan ubi jalar.




















Jadi disimpulkan Umbi Batang adalah akar yang berumbi, dapat menumbuhkan tunas seperti batang.

Sumber : Wikipedia

Tag Search :
pengertian umbi batang,pengertian umbi batang,pengertian umbi batang dan contohnya,pengertian umbi batang beserta contohnya,pengertian dan contoh umbi batang,pengertian dari umbi batang,pengertian umbi akar dan uji batang,pengertian umbi batang dan umbi lapis,artikel pengertian umbi batang

Contoh-contoh umbi batang

Untuk umbi batang yang terjadi di dalam tanah, umumnya disebut pula umbi telanjang. Hal ini disebabkan tidak adanya buku, ruas dan daun/sisa daun pada umbi. Seperti yang kita ketahui, salah satu sifat batang adalah adanya ketiga unsur di atas. Satu-satunya ciri yang menjelaskan bahwa umbi tersebut adalah penjelmaan dari organ batang adalah adanya kuncup (mata tunas) di permukaannya. Sehingga dari kuncup ini akan keluar tunas dan kemudian dapat tumbuh menjadi tanaman baru.

Contoh-contoh umbi batang yang terjadi di dalam tanah adalah sebagai berikut:

Solanum tuberosum (kentang)
Saya rasa hampir semua dari kita mengenal tanaman kentang. Tetapi sedikit yang menyadari bahwa sesungguhnya umbi kentang adalah penjelmaan dari organ batang, mengingat letaknya yang di dalam tanah.


Ipomoea batatas (ketela rambat)
Ketela rambat seringkali disebut sebagai 'telo' dalam bahasa Jawa dan disebut pula 'sabhrang' dalam bahasa Madura.


Sedangkan umbi batang yang terjadi/ tumbuh di atas tanah adalah sebagai berikut:

Dioscorea alata (ubi)
Dalam bahasa Madura kami menyebutnya sebagai 'kalentheng'. Ukuran umbinya memang tidak sebesar kentang atau pun ketela rambat. Meskipun demikian, umbi tersebut juga dapat direbus atau digoreng untuk kemudian dikonsumsi. Ubi tumbuh liar di daerah di dekat sawah dan kebun. 


Dioscorea aculeata (gembili)
Mirip dengan ubi, hanya saja bentuk gembili lebih bundar-bundar. Umbi gembili juga bisa dikonsumsi.

Perbedaan Umbi Batang dan Umbi Akar

Umbi merupakan satu organ dari tumbuhan yang merupakan modifikasi dari organ lain dan berfungsi sebagai penyimpan zat tertentu sebagai cadangan energi. Organ yang dimodifikasi bisa daun, batang atau akar. Bentuk modifikasi ini biasanya adalah pembesaran ukuran dengan perubahan anatomi yang sangat jelas terlihat. Umbi biasanya terbentuk tepat di bawah permukaan tanah. Tumbuhan memerlukan cadangan energi dalam umbi karena ia tidak bisa berpindah tempat untuk menemukan sumber energi baru. 
















Umbi batang (tuber), Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas. Contoh tumbuhan umbi batang antara lain kentang dan ubi jalar. Jika kita menanam umbi batang, maka pada mata tunas akan tumbuh menjadi tunas muda yang merupakan tumbuhan baru. Pada mulanya, tunas muda mengambil makanan dari umbi batang, kemudian dari tunas muda itu akan tumbuh akar, batang, dan daun sehingga tumbuhan baru dapat melakukan fotosintesis sendiri. Merupakan umbi yang terbentuk dari modifikasi batang, biasanya dihasilkan oleh beberapa spesies Solanaceae dan Asteraceae. 



Umbi jalar (tuberous root), Umbi akar adalah akar yang tumbuh membesar karena berisi cadangan makanan. Jika umbi akar ditanam bersama dengan pangkal batangnya, maka pada pangkal batang itu akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan tumbuhan baru. Contoh tumbuhan umbi akar antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong. Merupakan umbi yang terbentuk dari modifikasi akar. Ketela pohon/ubi kayu/singkong dan ubi jalar adalah contoh penghasil umbi akar. Jadi, perbedaannya adalah pada daerah yang menjadi modifikasi umbi saja, sedangkan fungsinya tidak berbeda jauh. 

Tata Nama Binominal Nomenclature (tata nama ganda) Makhluk Hidup

 Binomial Nomenclature

Banyak makhluk hidup mempunyai nama lokal. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode yang sangat penting dalam  pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan  species ). Adapun aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :


  • Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum) 
  • Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama penunjuk  jenis digunakan huruf kecil
  • Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan 
  • Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis  bawah, atau lainnya) 
  • Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan  berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.
  • Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, nama tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species g)
  • Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus

Dasar Klasifikasi Tumbuhan Kingdom Planteae

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan para ahli yaitu :

  • Aristoteles, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu dunia tumbuhan (kingdom Plantae) dan dunia hewan (kingdom Animalia).
  • Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah Linnaeus dapat mengklasifikasikan makhluk hidup kemudian memberikan mana ilmiah dengan system tatanama Binominal Nomenklatur,dan Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi , sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi. Sehingga Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut Taksonomi. Sebelum adanya klasifikasi menurut Linnaeus, banyak cara yang mula – mula dilakukan oleh orang – orang untuk melakukan klasifikasi. 
Misalnya klasifikasi pada tumbuhan berdasarkan hal – hal sebagai berikut : 


  • Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tanaman digolongkan menjadi tanaman perdu, pohon, semak, dan rerumputan. 
  • Berdasarkan manfaatnya, tanaman digolongkan menjadi tanaman pangan, obat – obatan, sandang dan hias.
  • Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, tanaman digolongkan menjadi tanaman kering (xerofit), tanaman air (hidrofit), dan tanaman lembab (higrofit).
  • Berdasarkan cara hidupnya, tanaman digolongkan menjadi tanaman saprofit, parasit, epifit.
  • Penggolongan seperti diatas ternyata sangat sulit sehingga sekarang lebih sering orang – orang menggunakan cara klasifikasi makhluk hidup seperti yang telah dibuat oleh Carolus Linnaeus.Carolus Linnaeus meletakan dasar / kriteria klasifikasi makhluk hidup yaitu:



  1. Jumlah sel penyusun tubuh: uniseluler / multiseluler
  2. Organ perkembangbiakan
  3. Habitus (kenampakan) tumbuhan waktu hidupnya: tegak, merambat, menjalar.
  4. Ada tidaknya biji, bunga, dan buah. 
  5. Dari morfologi(struktur tubuh luar) dan anatomi (struktur tubuh dalam).

Makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama di kelompokkan ke dalam satu golongan. Makin banyak persamaan ciri dan sifat yang ada pada makhluk hidup, makin dekat kekerabatannya. Berdasarkan persamaan ciri dan sifat makhluk hidup maka dapat dibentuk kelompok – kelompok. Kelompok – kelompok yang terbentuk diatur dalam urutan dan tingkat tertentu. Carolus Linnaeus membuat urutan klasifikasi dari tingkat yang terkecil hingga tingkat yang terbesar yaitu sebagai berikut :

  • Unit dasar terkecil dalam klasifikasi adalah jenis – jenis (spesies).
  • Jenis – jenis yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut marga (Genus).
  • Beberapa marga yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut suku (familia).
  • Beberapa suku yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut bangsa (ordo).
  • Beberapa bangsa yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kelas (classis).
  • Beberapa kelas yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut phylum (division).
  • Beberapa divisio yang serupa dengan ciri tertentu di kelompokan menjadi satu kelompok yang disebut kerajaan (kingdom).

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di tahun 1960an dan ditemukannya mikroskop elektron serta teknik biokimia untuk mengungkapkan perbedaan secara selular (di tingkat sel) antara organisme yang satu dengan yang lain , para ilmuwan tergerak untuk membuat klasifikasi baru. Pada tahun 1969, R.H. Whittaker mengusulkan klasifikasi lima kingdom , dan ini disetujui oleh sebagian besar biologiwan . Whittaker mengusulkan bahwa fungi (jamur) diklasifikasikan dalam kingdom tersendiri dan terpisah dari kingdom tumbuhan. Alasan Whittaker memisahkan fungi dari kingdom tumbuhan karena jamur tidak melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dan organisme lain. Selain itu fungi berbeda dengan tumbuhan dalam hal komposisi dinding selnya , struktur tubuhnya dan cara reproduksinya. dengan demikian terdapat 5 kingdom organisme , yaitu Monera (bakteri dan cyanophyta), Protista (protozoa, kapang lendir), Fungi, Plantae , dan Animalia. 

Menurut para ahli , ada sekitar 70.000 jenis jamur. salah satunya adalah Myxomycetes atau jamur lendir . jamur ini menghabiskan hidupnya sebagai organisme mirip amoeba yang disebut plasmodium. Makanan jamur ini adalah bakteri dan protozoa, dan zat – zat organik yang dijumpainya. Karena jamur ini dapat berpindah – pindah mencari makan, jamur ini digolongkan ke kingdom tersendiri yaitu kingdom fungi.

Adapun ciri – ciri kingdom plantae sebagai berikut :
  1. Tersusun atas sel – sel eukariotik.
  2. Bersifat autotof (membuat makanan sendiri).
  3. Tubuh melekat pada substrat menggunakan rizoid (akar).
  4. Tubuh dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun . 

Pada mulanya beberapa ahli menggolongkan dunia tumbuhan (kingdom Plantae) kedalam lima divisio yaitu : 
  1. Tumbuhan belah / Schizophyta.
  2. Tumbuhan thalus / Thallophyta.
  3. Tumbuhan lumut / Bryophyta.
  4. Tumbuhan paku / Pteridophyta.
  5. Tumbuhan biji / Spermatophyta.


Dengan melihat ciri - ciri kingdom plantae di atas maka klasifikasi kingdom plantae di golongkan menjadi empat divisio yaitu : 
  1. Tumbuhan lumut / Bryophyta.
  2. Alga / Ganggang
  3. Tumbuhan paku / Pteridophyta.
  4. Tumbuhan biji / Spermatophyta.

Bagan klasifikasi Kingdom Plantae.
  • Lumut Hati / Hepaticae
  • Bryophyta Lumut sejati / Musci
  • Lumut Tanduk /Anthoceratopsida
  • Ganggang Hijau / Chlorophyta
  • Ganggang Pirang / Chrysophyta 
  • Ganggang Ganggang Cokelat / Phaeophyta 
  • Ganggang Merah / Rhodophyta 
  • Plantae Psilotophyta
  • Pteridophyta Licophyta
  • Sphetophyta
  • Pterophyta
  • Spermatophyta T. biji terbuka / Gymnospermae.
  • T. biji tertutup / Angiospermae.


Tumbuhan lumut / Bryophyta. 
Lumut mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai akar, batang, dan daun. Akar tetapi, bagian-bagian itu sebenarnya bukan akar, batang, dan daun sejati. Bagian yang menyerupai akar disebut rizoid. Rizoid berupa benang-benang halus. Bagian ini berguna untuk menganbil air dan mineral. Tumbuhan lumut mempunyai klorofil sehingga berwarna hijau. Lumut biasanya hidup di tempat lembab yang tidak terkena cahaya secara langsung. Ada juga lumut yang hidup di tempat kering dan juga di air. Lumut berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran keturunan.
Perkembangan vegetatif lumut dilakuakan dengan pembentukan spora. Perkembangan generatif lumut dilakukan dengan pembentukan sel-sel kelamin (gamet).

Tumbuhan lumut dapat dapat disebut sporofit dan gametofit karena dapat menghasilkan spora dan sel gamet. Apabila spora jatuh di tempat yang lembab, spora akan tumbuh menjadi benang-benang yang halus dan berkuncup pada beberapa tempat. Benang-benang itu disebut protonema. Selanjutnya protonema tumbuh menjadi lumut yang bersifat gametofit.

Lumut dewasa membentuk arkegonium dan anteridium. Arkegonium menghasilkan sel kelamin betina (sel telur), sedangkan anteridium menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid).
Apabila sel kelamin jantan membuahi sel telur terbentuklah zigot. Zigot tumbuh menjadi tumbuhan baru yang berupa tangkai dengan kotak spora di ujungnya yang disebut sporagonium. Sporagonium ini menyatu dengan tubuh tumbuhan lumut induk.

Sporagonium menghasilkan spora. Bila spora jatuh di tempat lembab akan tumbuh menjadi protonema. Demikianlah siklus tersebut terulang kembali seperti di atas.

Berdasarkan bentuk tubuhnya, tumbuhan lumut debedakan menjadi dua kelas, yaitu lumut daun (Musci) dan lumut hati (Hepaticea).

Lumut Daun (Musci)
Lumut daun selalu tumbuh berkelompok di tempat-tempat yang lembab atau tempat dengan sedikit air. Lumut daun mempunyai batang dan daun. Letak daun tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. 
Contoh lumut daun adalah Sphagnum dan Polytrichum.
Klasifikasi lumut daun :
  • Regnum : Plantae
  • Division : Bryophyta
  • Class : Bryopsida
  • Ordo : Bryoceales
  • Family : Bryopceae
  • Genus : Bryopsida
  • Species : Bryopsida

Lumut Hati (Hepaticea)
Tubuh lumut hati terdiri atas lembaran yang ujung-ujungnya terbelah. Lumut hati tumbuh di tempat-tempat basah atau di hutan yang terdapat di pegunungan. Contoh lumut hati adalah Marchantia, Riccia, dan Pellia.
Klasifikasi lumut hati :
  • Regnum : Plantae
  • Division : Hepaticohyta
  • Class : Hepaticosida
  • Ordo : Hepaticoccales
  • Family : Hepaticoceae
  • Genus : Hepaticopsida
  • Species : Hepaticiopsida sp

Lumut Tanduk (Anthoceratopsida)
Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus, tetapi sporifitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. Hidup di tepi sungai, danau, atau sepanjang selokan. Reproduksi seperti lumut hati. Contohnya Anthocerros sp.


Alga / Ganggang
Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu juga memiliki pigmen – pigmen tambahan lain yang dominan. Ganggang memiliki ukuran yang beraneka ragam ada yang mikroskopis, bersel satu, berbentuk benang atau pita , atau bersel banyak berbentuk lembaran. Dalam perairan ganggang merupakan penyusun vitoplankton yang biasanya melayang – laying didalam air, tetapi juga dapat hidup melekat didasar perairan disebut neustonik. 
Ganggang yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi;
  • Epilitik ( hidup diatas batu)
  • Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
  • Epipitik ( melekat pada tanaman )
  • Epizoik ( melekat pada hewan). 

Berdasarkan habitat yang ditempatinya diperairan , dibedakan atas: 
  • Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan,
  • Ganggang Intertidal, yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan karena naik turun air akibat pasang susrut.
  • Ganggang Subritorsal, yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air,
  • Ganggang Edafik, yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar perairan. 

Jenis – jenis ganggang, misalnya Chlorella sp, bersimbiosis dengan organism lainnya yaitu hidup bersama paramecium, hydra atau molusca; ganggang platimonas sp, hidup bersama cacing pipih convolutta roscofencis.

Macam bentuk tubuh ganggan yaitu berselsatu atau uniseluler , membentuk koloni berupa filament atau kolini yang tidak membentuk filament.

Sebagian ganggang yang uniseluler dapat bergerak atas kekuatan sendiri (motil), dan yang tidak dapat bergerak sendiri yaitu nonmotil. 

Perbedaan dengan tubuh uniseluler yang mikroskosis, pada ganggang yang membentuk koloni berupa filament berukuran cukup besar, sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang, sel yang terletak paling bawah pada filament membentuk alat khusus untuk menempel pada batu, batang pohon, atau lumpur. Alat tersebut dinamakan pelekat. 

Koloni ganggang yang tidak membentuk filamnen umumnya berbentuk pola atau pipih tanpa pelekat.
Cara ganggang bereproduksi dengan dua macam, yaitu seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual terjadi melalui pembelahansel, fragmentasi, dan pembentukan zoozpora, sedangkan reproduksi secara aseksual terjadi melalui isogami dan oogami.

Reproduksi akan menghasilkan dua sel anakan yang masing – masing akan menjadi individu baru, terjadi pada ganggang bersel tunggal.

Sedangkan ganggang yang membentuk koloni tanpa filament, taupun koloni yang berupa filament, reproduksi melalui fragmentasi. Fragmentasia dalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa bagian.

Berdasarkan dominasi pigmennya, ganggang dapat dibedakan menjadi bebrapa kelompok yaitu ganggang coklat, ganggang merah , ganggang keemasan dan ganggang hijau.

Ganggang coklat (paeophiceae) 
warna ganggang coklat disebabkan oleh pigmen coklat (pikosantin), yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan.ganggang coklat juga mengandung pigmen lainnya seperti klorofil a, klorofil c, violak xantin, b-karioten, diadinoxcatin, dan fukosantin.

Ciri – ciri talus
ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis, ada yang berbentuk tegak, bercabang, filament tidak bercabang, dan filament dasar.
  • Ganggang ini melalui kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk lempengan discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang.
  • Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas.
  • Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam alginate atau algin.
  • Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan tranzportasi pada tumbuhan darat. 

Habitat
Ganggang coklat umumnya hidup di air laut, khusunya laut yang agak dingin dan sedang. 
Cara hidup
Bersifat autotrof fotosintesis, terjadi dihelaian yang mempunyai daum. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang. 
Peranan ganggang coklat dalam kehidupan
Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi, algin atau asam alginate dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil, salep, pembersih gigi, lotion dank rim, selain itu dapat dimanfaatkan untuk kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan folfornya rendah. 
Reproduksi 
Terjadi secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara ogami dan isogami.
Contoh ganggang coklat;
  • Focus serratus
  • Makro cystis pyrefera
  • Sargassum vulgare
  • Turbinsaris decurrens 

Sifat dan Fungsi umbi akar

Sifat dan Fungsi umbi akar


Umbi merupakan satu organ dari tumbuhan yang merupakan modifikasi dari organ lain dan berfungsi sebagai penyimpan zat tertentu (umumnya karbohidrat). Organ yang dimodifikasi dapat berupa daun, batang, atau akar. Bentuk modifikasi ini biasanya adalah pembesaran ukuran dengan perubahan anatomi yang sangat jelas terlihat. Umbi biasanya terbentuk tepat di bawah permukaan tanah.


Akar adalah bagian pokok yang nomer tiga di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah berkembang menjadi sempurna.

Umbi akar adalah umbi yang merupakan penjelmaan akar, dan akrena akar tidak pernah mempunyai daun, umbi yang berasal dari dasarnya selalu masuk dalam umbi telanjang.
Umbi akar biasanya memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalma tanah dengan arah tumbuhan ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
  • Ridak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya.
  • Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
  • Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umunya pertumbuhannya masih kalah jika dibanding dengan batang.
  • Bentuknya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.

Akar bagi tumbuhan mempunya tugas untuk:

  • Memperkuat berdirinya tumbuhan
  • Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut  di dalam air.
  • Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tumbuh tumbuhan yanmemerlukan.
  • Kadang-kadang sebagai temapt untuk menimbun makanan.
  • Sebagai alat perkembang biayakan vegetatif.